FORUM SILATURRAHIM MUSYAWARAH GURU MAPEL [MGMP] TIK KEMENAG KAB. JOMBANG e-mail: mgmptikjombang@yahoo.co.id / mtsn.mgmp@gmail.com
Selasa, 15 Mei 2012
Kamis, 28 Oktober 2010
HASIL MGMP DI MTSN MEGALUH JOMBANG
Hasil Sementara masih perlu di revisi karena menyeimbangkan tentang penggunaan Ms Office 2003, 2007 & 2010 untuk Kelas 8.
Yang perlu di evaluasi
MODUL_EXCEL.html">Ms Excel
Mohon Teman-teman untuk mengoreksi hasil evaluasi ini, terima kasih.
Jumat, 01 Oktober 2010
TIM MODUL MGMP TIK MTSN KAB. JOMBANG
29 September 2010, Rencana Membuat Modul TIK dengan Susunan sbb:
I. KELAS VII
Tim Perumus :
1. NASRUDIN LATIF, S.Kom MTSN REJOSO
2. M. SHOLAHUDDIN, M.Pd MTSN JOGOROTO
3. FARIKHUL HUDA, S.Pd MTSN DIWEK
4. M. ABDUH, S.Ag MTSN SUMOBITO (081230146228)
II. KELAS VIII
Tim Perumus :
1. HENDRIK SUPRIYANTO, S.Kom MTSN TEMBELANG
2. N. JAUHAR K.B., S.Kom MTSN TAMBAKBERAS
3. LUKMAN HAKIM, S.Ag MTSN NGREMBANG
KELAS IX
Tim Perumus :
1. HASYIM, SE MTSN DIWEK I ( KERAS )
2. MUSLIMIN, S.Ag MTSN PANGLUNGAN WONOSALAM
3. SURYA HARUTAMA, S.ThI MTSN MEGALUH
4. M. ZAINUDDIN, S.Pd MTSN DIWEK II ( TANJUNGANOM )
STEERING COMMITE :
1. AGUS JANU W. MTSN BAKALAN RAYUNG
2. ABD. LATIF MTSN DENANYAR
3. ANITA MTSN BARENG
alvalima
Senin, 31 Mei 2010
MEMUNCULKAN KARAKTER DIRI
Atau, justru Anda kebingungan dari mana perubahan-perubahan atas diri Anda dapat dimulai?
Betapa pun seringnya Anda mengumandangkan self transformation pada diri sendiri, apabila Anda tidak benar-benar melakukannya, Anda belum melakukan apa-apa kecuali perencanaan. Dan sebuah transformasi tidak terjadi seketika. Transformasi atas kehidupan Anda baru dapat terjadi saat Anda:
benar-benar menginginkannya, benar-benar mengusahakannya dan benar-benar mempertahankannya.
Sebuah perubahan, jika Anda menginginkannya, dapat Anda lakukan dan nikmati keuntungannya untuk kualitas kehidupan yang lebih baik, kualitas hubungan yang lebih harmonis, dan kualitas spiritualitas yang prima. Live to be alive - Menjadi lebih hidup.
Anda dikenal bukan saja dengan nama Anda tetapi juga dari karakter Anda. Karena itu, mulailah melakukan perubahan-perubahan pada diri sendiri, agar selain merasakan hidup Anda lebih maksimal, orang lain melihat perubahan yang Anda lakukan, kemudian meniru teladan yang Anda tinggalkan. Coba perhatikan bagaimana perilaku dan sikap Anda atas keadaan yang Anda alami, atas orang di sekitar Anda dan atas ketentuan-ketentuan yang ditetapkan di sekitar Anda. Kemudian, cermati reaksi Anda, hal-hal yang Anda temukan itu sesungguhnya adalah cerminan kepribadian Anda sebenarnya.
Alkisah, seorang Raja meletakkan sebongkah batu besar di tengah jalan. Ia bersembunyi untuk melihat apa yang terjadi, dan siapa yang akan menyingkirkan batu besar itu dari jalan. Beberapa pedagang kaya yang melalui jalan itu berjalan menghindari bongkahan batu seraya bersungut-sungut menyalahkan raja yang tidak dapat menjaga kebersihan jalan utama di kerajaannya sendiri.
Tak lama kemudian, beberapa hulubalang juga melewati jalan yang sama, dan berjalan menjauhi bongkahan batu itu, kemudian bergegas pergi. Setelah lama menunggu, tiba-tiba dari kejauhan Raja melihat seorang petani mendorong gerobak penuh sayur mayur melewati jalan yang sama. Ketika hampir dekat dengan bongkahan batu, si petani berhenti. Ia mencoba menyingkirkan batu besar itu dengan tangannya, karena besar dan berat, petani itu kelelahan dan beristirahat sejenak, kemudian mendorong batu dengan sekuat tenaga. Akhirnya batu besar itu dapat disingkirkan ke tepi jalan.
Saat petani hendak kembali mendorong gerobaknya, ia melihat sebuah kantong yang tergeletak di jalan tepat di bawah bongkahan batu besar tadi. Ia memungutnya, dan membuka talinya. Alangkah terkejutnya ia mendapati sejumlah uang emas dan catatan kecil dari sang Raja di dalamnya. Hadiah emas sengaja diberikan kepada siapa saja yang bersedia menyingkirkan bongkahan batu di tengah jalan. Petani itu tidak pernah menyangka hal sederhana yang ia lakukan dapat membawa keberuntungan besar baginya.
Biasakan memiliki dan memelihara “Karakter Terpuji,” maka Anda akan heran bagaimana hal-hal itu dapat mengubah hidup Anda, dan membuat Anda bersemangat menjalani kehidupan.
Berikut ini adalah panduan Karakter Terpuji yang dapat Anda biasakan:
1. Trustworthiness (Dapat Dipercaya)
Jujur, tidak menipu, curang atau mencuri. Dapat diandalkan melakukan apa yang dijanjikan. Memiliki keberanian melakukan hal-hal yang benar. Setia terhadap keluarga, teman, Instansi/lembaga, bangsa dan negara.
2. Respect (Menghargai)
Menghargai orang lain. Toleransi pada perbedaan. Menggunakan tata krama dan bahasa sopan. Menjaga perasaan orang lain. Tidak mengancam, berjanji muluk-muluk, memukul atau menyakiti (hati) orang lain. Menghadapi dengan tenang dan bijaksana pada kemarahan, hinaan dan ketidakcocokan (pada siapapun yang mengecewakan).
3. Responsible (Bertanggungjawab)
Lakukan semua pekerjaan yang menjadi bagian Anda. Tidak mudah menyerah. Selalu mencoba yang terbaik sesuai kemampuan Anda. Gunakan pengendalian diri Anda dengan sebaik-baiknya. Disiplin diri. Berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin timbul. Memiliki kemampuan menciptakan pilihan-pilihan & mencintai pekerjaan itu sendiri.
4. Fairness (Adil)
Mengikuti aturan. Sabar menunggu giliran dan berbagi dengan yang lain. Berpikir terbuka, dan mau mendengarkan orang lain (tidak pandang pangkat/tidak). Tidak mengambil keuntungan sendiri dari orang lain. Tidak menghakimi orang lain secara sewenang-wenang, dan adil terhadap orang lain.
5. Caring (Penyayang)
Bersikap ramah dan sopan. Penyayang dan memedulikan orang lain. Senantiasa bersyukur. Memaafkan kesalahan orang lain dan membantu orang dalam kesusahan tidak dengan janji-janji palsu.
6. Citizenship
Kerjakan kewajiban pada institusi dan lingkungan kemasyarakatan dengan lebih baik. Bekerjasama. Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan. Menjadi tetangga yang baik. Menjaga informasi dan ikut pemilihan umum. Mematuhi undang-undang dan peraturan. Menghargai kewenangan dan pemerintah. Menjaga lingkungan hidup.
Momen tahunan (Ramadhan) adalah sebuah kesempatan menyucikan diri dari segala dosa dan kesalahan, sebuah anugerah untuk melakukan perubahan dan perbaikan. Sebuah komitmen mendekatkan diri dengan Allah Swt. Sebuah momentum dalam menegakkan kembali pilar-pilar karakter terpuji bagi diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain.
Karakter Anda tidak tercipta seketika, tetapi seketika ini juga Anda memiliki kendali dalam memutuskan apakah Anda mau berubah. Karakter Anda tidak dibangun dalam sehari, namun dapat dibiasakan sehari lepas sehari. Karakter yang Anda biasakan, bukan hanya untuk sebulan ini saja, tetapi dipelihara setiap bulan sepanjang hidup Anda. (Hanya orang yang mau Membaca yang punya kesempatan emas untuk menabur kebaikan) . Semoga bermanfaat.
Rabu, 24 Maret 2010
SEBUAH PERENUNGAN DIRI
Peristiwa kecil tadi membuat kita tercenung. Bukankah diri kita yang terlempar ke dunia ini tak ubahnya seperti batu kerikil tadi? Kita terlempar ke ruang semesta yang luasnya tak terjangkau nalar. Diperkirakan, tidak kuang dari 250 miliar gugusan bima sakti yang ada di planet ini. Bahkan bisa jadi lebih dari itu. Nalar manusia tidak sanggup mengukur bentangan ruang dan waktu tempat kita semua terlahir, tumbuh dan kemudian menghilang ditelan kematian. Jangankan diri kita, sedangkan planet bumi saja bagaikan sebuah kerikil kecil ditengah taburan planet yang tak terhitung jumlahnya. Kita terlahir, lalu menciptakan riak-riak kecil yang akhirnya lenyap ditelan bumi.Kita tidak sanggup menghitung, berapa banyak sudah manusia terlahir dan kemudian menghilang. Dan berapa banyak lagi di masa depan manusia akan singgah sebentar di planet bumi ini, yang kemudian menghilang entah kemana atau mau jadi apa setelahnya.
Kita coba kembali duduk memandang laut lepas sambil merenung. Kalau manusia hanya dilihat dari sisi fisiknya, sungguh kecil dan rapuh, bagaikan belalang hinggap di selembar daun di tengah hutan belantara. Kalau saja hidup hanya diukur dengan sukses pengumpulan kekayaan materi (bukan membelanjakannya untuk kemanusiaan), dengan penampilan fisik yang sehat dan menarik, dengan kekayaan duniawi lain, maka kita perlu merenung, berapa lama semua itu bisa dibanggakan? Untuk apa sesungguhnya manusia sibuk menguber-uber harta jauh melebihi kebutuhannya dengan cara tidak halal jika pada akhirnya malah membuat repot dan jadi beban hidup?
Kita tentunya ingat cerita Raja Midas dalam legenda Yunani Kuno yang hidupnya berakhir dengan tragis. Dia ingin sekali menjadi raja yang terkaya di dunia, sehingga tak seorang pun boleh menandingi kekayaannya. Maka dia pertapa, minta pada sang Dewa agar dianugerahi tangan sakti. Dengan tangan saktinya itu dia membayangkan agar apapun yang disentuhnya berubah menjadi emas. Pendek cerita, sang Dewa akhirnya mengabulkan permintaannya. Maka Raja Midas kembali ke rumah istananya untuk mewujudkan impiannya memiliki istana emas dan menjadi raja terkaya di muka bumi.
Demikianlah, begitu menginjak halaman istana, pagar istana disentuhnya sehingga seketika telah berubah menjadi emas. Dia tertawa kegirangan. Lalu melangkah masuk, tiang-tiang istana pun disentuhnya dan seketika berubah jadi emas. Saking gembiranya dan untuk melampiaskan nafsunya, maka diam-diam meja-kursi istana juga disentuh sehingga semuanya berubah menjadi istana emas. Dia ingin membuat kejutan dan hadiah termahal pada isteri tercinta yang juga sangat cinta pada kekuasaan dan kekayaan. Aku adalah raja terkaya dimuka bumi, pikirnya dengan bangga. Tak ada seorangpun yang mampu menyaingi kekayaan saya dan isteri secantik isteri saya. Tak seorang pun yang memiliki tangan sakti seperti saya.
Setelah merasa puas berhasil menyulap menjadi istana emas, Raja Midas memanggil isterinya untuk memperlihatkan keajaiban yang telah diciptakannya. Dan saking gembira serta kangennya karena sudah lama tidak bertemu, maka dipeluklah isterinya. Apa yang terjadi? Berubahlah isterinya jadi patung emas. Raja Midas kaget, terguncang hatinya, mengangis meraung-raung dan kebingungan. Apapun yang disentuh menjadi emas, sejak dari makanan dan minuman semuanya berubah jadi emas.Dia kesepian, bingung, sedih, merana dan penuh penyesalan. Dia baru tersadar bahwa sumber kehidupan adalah ruh dan jiwa yang sehat, bukan emas berlian. Adalah ruh yang suci yang selalu memancarkan kasih Tuhan untuk sesamanya yang membuat hidup ini indah, hidup ini sebuah rekreasi produktif-konstruktif yang kelak akan dilaporkan pada Tuhan ( Allah SWT).
Mereka yang silau pada gemerlapnya kenikmatan duniawi dan kekayaan materi, bagaikan kelelawar yang terbang siang. Mereka buta bukannya karena tak ada cahaya, melainkan terlalu silau menatap cahaya di siang hari. Bersyukurlah mereka yang memperoleh hidayah Allah, yang menyadari bahwa manusia adalah makhluk spiritual yang menempati rumah fisikal. Dalam diri manusia terdapat singgasana Ilahi yang keluasannya melebihi batas ruang dan waktu duniawi. Kehidupan ruhani manusia bukan sekadar kerikil yang ditelan lautan. Sebaliknya, jagad semesta ini bisa bisa dipeluk dan ditembus oleh kehidupan ruhani karena ruh manusia datang dari Dia Yang Melingkupi (Al Muhiith). Dengan matahati yang dibimbing cahaya Ilahi dan rasa syukur serta kagum akan kebesaran Allah SWT, seorang mukmin akan mampu menatap siapa pencipta taburan planet di alam semesta ini. Seorang mukmin selalu berthawaf dan menari bersama thawaf dan tarian jagad semesta. Selalu sujud dan bertasbih bersama semua makhluk ciptaanNya di sekililing kita. Di manapun berada dan kemanapun melangkah, di situ ada masjid dan hamparan sajadah. Sebuah sajadah panjang yang terhampar sampai ke liang lahat, pintu gerbang menuju perumahan yang jauh lebih menawan bagi mereka yang beriman dan kaya dengan investasi amal kebaikan. Lalu bagaimana dengan yang kita lakukan sehari-hari ini…? Kenapa kita ini di klaim pandai dalam Ilmu agama (Islam) tetapi selalu melakukan kecurangan pada diri kita dan lingkungan kita, apakah itu suatu kebanggaan ? Semoga kita segera melakukan perenungan kembali. Wallahu’alam
alvalima
Rabu, 20 Januari 2010
PIKIR DAHULU SEBELUM BERTINDAK
Sering kita mendengar nasehat dari orangtua atau guru yang mengatakan, kalau kita mau berbuat sesuatu, lebih baik dipikirkan dahulu, agar tidak menyesal di kemudian hari. Suatu nasihat yang sederhana. Namun pernahkan kita merenung apa makna sebenarnya dari kalimat tersebut?
Secara mudahnya mungkin sebagian dari kita akan menganggap bahwa maknanya adalah jika mau bertindak, kita harus merencanakan dan berpikir terlebih dulu pertimbangan baik atau buruknya. Memang benar, tapi apakah sesederhana itu?
Mari kita renungkan lagi apa yang menjadi inti dalam kalimat nasihat itu…
“Kalau mau berbuat sesuatu, lebih baik dipikirkan dahulu…”
Bukankah penekanannya ada pada sebuah anjuran agar kita berpikir? Inti kalimat tersebut adalah pikir. Kita diminta untuk berpikir!
Mengapa? Seberapa besarkan pengaruh pikiran dalam tindakan kita?
Apa itu pikiran?
Mengapa sedemikian kuatnya pikiran itu sehingga banyak orang yang berpendapat bahwa hanya dengan mengarahkan pikiran maka kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan?
Mengapa kita harus fokus agar bisa berhasil mewujudkan apa yang kita pikirkan?
Bagaimana dengan pengalaman orang-orang yang telah berhasil menguasai pikiran mereka sehingga mereka dapat menjadi bintang dalam pekerjaannya?
Jawabannya mungkin ada pada pepatah ini..
What you think is what you do, What you do is what you get.
Apa yang engkau pikirkan adalah apa yang engkau lakukan dan apa yang engkau lakukan adalah apa yang engkau dapatkan. Dengan kata lain, pikiran yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik dan pikiran yang buruk akan menghasilkan yang sesuatu yang buruk pula. Ternyata pikiran itu sangat berpengaruh pada kehidupan seseorang.
Bahkan, seseorang yang baru saja dinobatkan oleh pemirsa televisi menjadi yang terbaik di dunia Magic Indonesia, mengatakan bahwa dengan pikiran, kita dapat melakukan sesuatu yang tidak mungkin.
Subhanallah...
Ternyata itulah kekuatan pikiran.
Dan istimewanya lagi, diantara semua mahluk ciptaanNya, hanya manusia yang diberi karunia berupa kemampuan untuk berpikir oleh Allah. Hewan hanya diberikan intuisi tapi mereka sesungguhnya tidak bisa berpikir, sehingga akhirnya hewan tidak mengetahui akibat perbuatannya. Mereka hanya bertindak sesuai dengan intuisi yang mereka miliki. Berbeda dengan manusia, yang merupakan makhluk Tuhan dengan kemampuan dapat mempertimbangkan segala sesuatu dengan pikirannya, sehingga bila kemampuan berpikirnya dipergunakan dengan baik, seharusnya manusia dapat menghindarkan diri dari hal-hal yang negatif.
Jadi, berarti pikiran lebih dari sekedar hasil dari logika atau otak semata. Pikiran adalah sebuah produk gabungan dari logika, akal dan rasa. Untuk menghasilkan sebuah pikiran biasanya seseorang memerlukan waktu untuk berpikir. Setelah ditimbang-timbang, dirasa-rasa, baru kemudian diputuskan akan melakukan apa. Tak hanya itu, pikiran juga adalah energi atau gelombang otak dan jiwa yang telah diproses terlebih dahulu didalam hati. Bahkan banyak pula yang mengungkapkan, bahwa pikiran adalah energi yang kita berikan kepada alam dan akan langsung direspon oleh alam sekitar.
Banyak teori tentang definisi pikiran, namun yang harus kita lakukan adalah bagaimana menjaga pikiran ini agar tetap positif dan menimbulkan rasa nyaman didalam hati ketika kita melakukan sesuatu. Apabila dalam bertindak ada perasaan yang membuat hati kita tidak enak dan tidak nyaman, berarti kita harus segera memeriksa pikiran kita, mungkin ada yang salah. Bila sewaktu-waktu pikiran itu kemudian bergerak liar kemana-mana maka apabila tidak kita kendalikan, tentu lama kelamaan kita tak dapat membendungnya. Dan pikiran yang tak dikendalikan pada akhirnya akan membuat kita bertindak di luar kendali pula. Tapi untunglah, kita diberi kemampuan untuk dapat memilah pikiran kita, mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang berguna dan mana yang tidak, mana yang paling kita perlukan dan butuhkan untuk menunjang tindakan selanjutnya dan mana yang tidak kita perlukan.
Dengan demikian, wajar apabila orang tua menasehati anak-anaknya agar berpikir dahulu sebelum bertindak. Karena ternyata sedemikian besarnya pengaruh yang dibuat oleh pikiran. Tugas kita sekarang, sebagai raja atas pikiran kita sendiri, adalah bagaimana agar setiap menit, bahkan setiap detik dalam hidup, kita isi dengan pikiran-pikiran positif yang membawa perasaan positif. Sekecil atau seremeh apapun pikiran itu, tetap harus kita jaga. Karena bila kita salah dalam berpikir, maka kemungkinan akan salah pula tindakan yang akan kita lakukan.
Jadi, pikir dahulu sebelum bertindak!
Selasa, 27 Oktober 2009
Revolusi Visioner
Elang memang memiliki mata yang sungguh tajam, tapi keahliannya mempelajari situasi, memberi pemahaman kepada saya tentang karakter visioner dalam spiritualitas kepemimpinan. Elang tidak sekadar memiliki mata awas, tetapi juga kemampuan mengelola jarak pandang yang tepat untuk berhasil mendapatkan hasil optimal.
Seorang pemimpin dengan karakter visioner, diminta untuk dapat memelihara jarak pandang yang baik, agar mampu mengarahkan semua potensi mencapai sasaran dengan sukses. Ketika pemimpin kehilangan kemampuan melihat apa yang ada di depannya, maka ia kehilangan banyak peluang dan kesempatan menemukan strategi yang tepat dalam mencapai keberhasilan.
Kerja Keras? Bukan! Kerja Pintar
Jangan memimpin dalam semangat kerja keras, memimpinlah dalam paradigma berpikir kerja pintar. Mengusahakan dengan giat untuk tujuan yang ingin Anda capai, tidak salah. Tetapi, perhatikan, itulah mengapa tak jarang, Anda terhalang berbagai kendala yang menurunkan semangat, mengaburkan fokus dan bahkan menghilangkan keberhasilan. Mengapa? Karena, Anda begitu terpana pada sasaran, lalu melupakan bahwa selain peluang-peluang, terdapat juga keadaan-keadaan yang memerlukan perhatian. Ada beberapa potensi bahaya kegagalan yang, meski kecil, tersebar di antara sasaran, yang perlu Anda ketahui, cermati, dan ketahui bagaimana menghadapinya. Inilah saat tepat, mengubah gaya kerja Anda menjadi kerja pintar.
Lihat elang. Ketika ia berputar sekali, ia tengah memastikan mana yang akan menjadi sasarannya. Kala elang melakukan ini, kawanan mangsanya mungkin sangat waspada dan mulai mencari ancang-ancang melarikan diri. Elang tahu persis, ia akan kehilangan sasaran, dan terbang memutari area itu dengan sedikit lebih tinggi dari sebelumnya. Kawanan mangsa mengira, elang tengah menyerah dan terbang menjauh, padahal ia tengah mengamati, di mana letak mangsa sasarannya, dan hal apa saja yang mungkin menghalangi tujuannya. Elang memutar sekali lagi, mengunci jarak pandangnya pada mangsa dengan semua informasi bahaya yang ia telah pelajari sebelumnya, menukik tajam, dan dengan sergap menyengkeram mangsa dengan kedua kaki serta membawa terkamannya menjauh ke angkasa, makin tinggi menuju sarangnya.
Pemimpin visioner tahu betul apa tujuan yang hendak dicapai, mengunci target itu dengan cermat. Pergi memutar untuk mempelajari semua peluang dan bahaya. Ketika benar-benar dapat dipastikan bahwa segala sesuatu telah cukup matang, mengambil langkah sigap mengambil keputusan tepat, dan melakukan tindakan strategis mencapai tujuan.
Dalam kepemimpinan spiritual, karakter visioner berarti memiliki jarak pandang yang tepat. Bukan saja atas tujuan apa dan bagaimana melaksanakan kepemimpinan, tetapi juga atas hal mengatur strategi pada menentukan kapan memimpin untuk melakukan tindakan nyata meraih keberhasilan.
Bawa Lebih Jauh!
Saat menerkam mangsa, elang tidak segera terbang rendah, tetapi terbang menjauh dan makin tinggi ke angkasa. Mengapa? Mangsa yang diterkam, pasti terkejut dan berupaya mengelak untuk melepaskan diri dari terkaman kaki elang yang kuat mengunci. Elang tahu, jika ia lengah membiarkan mangsanya bergerak bebas, maka ia pun akan kehilangan kesempatannya. Mangsa itu dibawanya terbang meninggi, dan ketika berada makin tinggi dari tanah, mangsa yang tengah berontak merasakan kekuatannya makin berkurang karena keadaannya dibawa kepada kondisi di luar habitatnya. Mangsa-mangsa yang hidup di darat dan air, merasakan berada pada ketinggian tertentu di atas tanah, amat menakutkan. Ketika elang tetap makin membawanya terbang menjauh, selain kelelahan berontak dari cengkeraman, ia pasti telah lemas ketakutan karena ketinggian, dan elang tidak mengalami perlawanan berat dari mangsanya itu.
Pemimpin visioner tahu, ketika mencapai tujuan, ia harus membawa pencapaian itu berada makin tinggi. Setiap keberhasilan dilanjutkan dengan penetapan keberhasilan selanjutnya yang lebih tinggi dari sebelumnya. Pemimpin visioner menggunakan momentum-momentum dan memutuskan bahwa tidak ada jalan lain untuk mempertahankan keberhasilan selain menggunakan momentum untuk menanjak makin tinggi mengalahkan keadaan pencapaian awal dan memperoleh keberhasilan selanjutnya.
Gunakan momentum, dan arahkan lebih jauh untuk keberhasilan selanjutnya. Jangan berhenti pada satu keberhasilan dan terbuai dengan sukses sesaat. Bawa lebih jauh untuk mencapai hasil lebih lagi.
Jangan Paksa, Jatuhkan Saja!
Ketika elang menerkam ikan yang tengah berenang, ia berusaha membawa pergi ikan terbang tinggi. Tetapi, arus sungai dan berat ikan besar membuat elang harus menggunakan sayapnya sebagai dayung yang menghela tubuhnya mengikuti deras air, menaikkan badannya sedikit demi sedikit. Ketika mulai terangkat, ikan bereaksi menggeliat-geliat diangkat dari habitatnya, berjuang untuk tetap hidup. Karena tidak sanggup menahan berat ikan dan kondisi arus sungai, elang memutuskan untuk melepaskan cengkeramannya, dan ikan pun jatuh kembali masuk sungai dan pergi. Keputusan elang, menyelamatkann dirinya dari bahaya tenggelam.
Meski segala sesuatu telah matang direncanakan dan siap dilaksanakan, seorang pemimpin dengan karakter visioner tahu, jika lebih banyak bahaya, lebih baik berhenti dan tidak melanjutkan, sampai semua potensi masalah dapat dihindarkan dan diselesaikan. Pemimpin visioner memiliki jarak pandang yang jernih untuk bijaksana memutuskan berhenti, lepaskan, dan menghindarkan dari potensi kegagalan yang menghancurkan kelangsungan proses pencapaian. Anda tidak perlu memaksa. Jika keadaan tidak berpihak pada Anda, mengalah sebentar, dan perbaiki strategi untuk mencapai keberhasilan.
Pertahankan jarak pandang, gunakan mata elang visionari Anda.
alvalima & alvalima
Rabu, 14 Oktober 2009
QORUN KONTEMPORER
Qarun adalah kaum Nabi Musa, berkebangsaan
Qarun mempergunakan harta ini dalam kesesatan, kezaliman dan permusuhan serta membuatnya sombong. Hal ini merupakan musibah dan bencana bagi kaum kafir dan lemah di kalangan Bani Israil.Dalam memandang Qarun dan harta kekayaannya, Bani Israil terbagi atas dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok orang yang beriman kepada Allah dan lebih mengutmakan apa yang ada di sisi-Nya. Karena itu mereka tidak terpedaya oleh harta Qarun dan tidak berangan-angan ingin memilikinya. Bahkan mereka memprotes kesombongan, kesesatan dan kerusakannya serta berharap agar ia menafkahkan hartanya di jalan Allah dan memberikan kontribusi kepada hamba-hamba Allah yang lain.Adapun kelompok kedua adalah yang terpukau dan tertipu oleh harta Qarun karena mereka telah kehilangan tolok ukur nilai, landasan dan fondasi yang dapat digunakan untuk menilai Qarun dan hartanya. Mereka menganggap bahwa kekayaan Qarun merupakan bukti keridhaan dan kecintaan Allah kepadanya. Maka mereka berangan-angan ingin bernasib seperti itu.
Qarun mabuk dan terlena oleh melimpahnya darta dan kekayaan. Semua itu membuatnya buta dari kebenaran dan tuli dari nasihat-nasihat orang mukmin. Ketika mereka meminta Qarun untuk bersyukur kepada Allah atas segala nikmat harta kekayaan dan memintanya untuk memanfaatkan hartanya dalam hal yang bermanfaat,kabaikan dan hal yang halal karena semua itu adalah harta Allah, ia justru menolak seraya mengatakan "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku"
Suatu hari, keluarlah ia kepada kaumnya dengan kemegahan dan rasa bangga, sombong dan congkaknya. Maka hancurlah hati orang fakir dan silaulah penglihatan mereka seraya berkata, "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar."Akan tetapi orang-orang mukmin yang dianugerahi ilmu menasihati orang-orang yang tertipu seraya berkata, "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh…."
Berlakulah Sunnatullah atasnya dan murka Allah menimpanya. Hartanya menyebabkan Allah SWT murka, menyebabkan dia hancur, dan datangnya siksa Allah. Maka Allah SWT membenamkan harta dan rumahnya kedalam bumi, kemudian terbelah dan mengangalah bumi, maka tenggelamlah ia beserta harta yang dimilikinya dengan disaksikan oleh orang-orang Bani Israil. Tidak seorangpun yang dapat menolong dan menahannya dari bencana itu, tidak bermanfaat harta kekayaan dan perbendaharannya.
Tatkala Bani Israil melihat bencana yang menimpa Qarun dan hartanya, bertambahlah keimanan orang-orang yang beriman dan sabar. Adapaun mereka yang telah tertipu dan pernah berangan-angan seperti Qarun, akhirnya mengetahui hakikat yang sebenarnya dan terbukalah tabir, lalu mereka memuji Allah SWT karena tidak mengalami nasib seperti Qarun. Mereka berkata, "Aduhai, benarlah Allah SWT telah melapangkan rezeki bagi siapa saja yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)."
PENYEBUTAN QARUN DALAM QURAN
Nama Qarun diulang sebanyak empat kali dalam Al-Quran, dua kali dalam surah al-Qashash, satu kali dalam surah al-`Ankabut, dan satu kali dalam surah al-Mu'min.Penyebutan dalam surah al-`Ankabut pada pembahasan singkat tentang pendustaan oleh tiga orang oknum thagut, yaitu Qarun,Fir'aun, dan Haman, lalu Allah menghancurkan mereka.
"Dan (juga) Qarun, Fir'aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Nabi Musa as dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi, mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).
Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka diantara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu, kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan diantara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." (al-`Ankabut: 39-40)
Penyebutan dalam surah al-Mu'min (Ghafir) pada kisah pengutusan Musa a.s. kepada tiga orang thagut yang mendustakannya."Dan sesungguhnya telah Kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata, kepada Fir'aun, Haman, dan Qarun, maka mereka berkata, `(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta.'" (al-Mu'min:23-24)
Kita tarik dari kisah ini sebagai hikmah, bahwa ini banyak terjadi pada negeri tercinta kita ini terlalu banyak memfigurkan Qorun dan berharap seperti Qorun. Orang sudah buta mata dan mata hati sehingga terlelap dengan mimpi-mimpi. Alampun sudah mulai gerah dan merasa capek sehingga perlu sedikit olahraga kecil karena terlalu capek karena di injak-injak.
Gerakan Tai-chi oleh alam mengandung kekuatan yang luar biasa yang membuat bangunan fisik roboh, demikian juga bangunan mentalitas kita rapuh sehingga terlupakan kewajiban ( Kebiasaan ) sholat tidak pernah kita renungi. Sehari Kita 17 kali (Fatihah) membuat perjanjian dengan Allah SWT namun tidak pernah melekat pada mentalitas kita dalam bersikap dan mengambil keputusan pada diri kita.
Semoga menjadi evaluasi kita. Bangunlah jiwanya….bangunlah badannya…untuk
Minggu, 13 September 2009
MARAH BENAR
Ketika emosi menguasai kondisi berpikir kita yang logis, maka hal-hal yang sebenarnya dapat ditelaah dengan lebih bijak, menjadi terkontaminasi dengan hal-hal yang mendasari perasaan kita berkecamuk karena ketidakpuasan yang menjadi semakin besar terhadap seseorang, dan mengaburkan logika saat itu. Kemudian, marah berkembang menyalahkan orang lain, memaksakan kemauan terjadi, membuat oranglain menjadi sasaran frustasi. Apapun alasan Anda untuk menjadi marah, saat itu Anda sedang melampiaskan perasaan tidak puas belaka.
Sebenarnya, apapun yang Anda katakan saat Anda sedang marah, tidak sepenuhnya diterima baik oleh orang lain. Mengapa? karena mereka hanya melihat ekspresi kemarahan Anda saja, dan bukan mendengar pesan yang Anda sampaikan ketika Anda marah. Padahal Anda bersusah payah marah dengan harapan keinginan Anda terdengar, bukan? Dan ini faktanya, ketika seseorang marah, frekuensi emosi yang tengah ia lontarkan sedemikian kuatnya sehingga mampu membuat oranglain mengikuti frekuensi yang sama seketika itu juga, bahkan dapat lebih besar. Tak heran, jika marah mirip api yang cepat menyebar ke tempat lain dengan daya hancur yang dahsyat.
Lalu jika demikian marah menjadi sangat merugikan diri sendiri dan oranglain, apa berarti marah tidak boleh?
Anda boleh marah, itu hak Anda. Tapi, saran saya, marah lah dengan benar, jangan sekedar marah besar tanpa hasil. Ingat, apapun alasan Anda untuk marah, jangan libatkan emosi Anda sedemikian besar hingga mengaburkan logika Anda. Tetapkan tujuan Anda untuk menyampaikan pesan yang menjadi tujuan Anda, dan berupayalah untuk tetap komunikatif menyampaikan maksud Anda.
Sebagai pemimpin, saya tahu, komunikasi yang jelas dan efektif sangat penting. Tetapi berkomunikasi dengan menyertakan emosi marah, hanyalah menunjukkan ketiadaan self control dan frustasi Anda saja. Anda tidak akan mendapatkan wibawa apapun, dengan marah, karena kredibilitas Anda sebagai pemimpin dinilai dari seberapa besar Anda dapat mengendalikan situasi, termasuk emosi Anda sendiri.
Seorang pemimpin, harus dapat menjadi teladan dalam melatih orang lain mampu mengatasi keadaan dengan obyektif dan melaksanakan manajemen emosi dengan cerdas. Seorang pemimpin yang membiarkan emosi menguasai dirinya melebihi kecakapannya memimpin, tidak memberikan panutan kepemimpinan kepada siapapun. Bagaimana mungkin ia dapat berhasil memimpin orang lain, jika emosi nya sendiri saja tidak dapat dikendalikan dengan baik?
Marah dengan Benar, bukan Marah Besar ; tempatkan diri Anda pada posisi yang tepat untuk tujuan yang jelas dan arahkan pesan yang hendak Anda sampaikan dengan bijak, setiap kali Anda memutuskan untuk menegur oranglain, tanpa melibatkan berlebihan perasaan ketidakpuasaan Anda.
1. Timbang Dulu!
Jangan gegabah. Anda adalah seorang pemimpin dengan ketrampilan melihat mana yang lebih penting untuk dilakukan. Jika sesuatu mengganjal hati, periksa dulu, apakah ini perasaan Anda saja, atau benar-benar masalah? Apabila hanya perasaan, Anda dapat menanganinya sendiri. Namun, jika masalah, ajaklah mereka yang Anda pimpin mendiskusikan bersama bagaimana memecahkannya. Timbanglah, dulu sebelum memutuskan. Jika tidak perlu, jangan lakukan. Ingat, wibawa kepemimpinan Anda dipertaruhkan. Bijaksanalah memutuskan, kapan waktu yang tepat Anda memberikan teguran. Kemudian, pilih kata-kata yang tepat untuk menyampaikan pesan Anda tersebut. Pemimpin yang bijak, tahu bagaimana menggunakan kata-kata nya sebagai ‘senjata’ yang ampuh dalam mencapai tujuan.
2. Fokus pada Inti Masalah
Setiap kali Anda hendak menegur oranglain, pastikan Anda hanya fokus pada masalah yang terjadi, bukan pada orang tersebut. Fokus pada kesalahan, membuat Anda dapat dengan obyektif menunjukkan letak masalah tanpa terpancing untuk marah berlebihan. Catatlah poin penting yang ingin Anda utarakan, periksa catatan Anda, apakah itu adalah daftar masalah atau sekedar sederet kekesalan pada individu? Tegurlah kesalahan, tunjukan dengan jelas dan utarakan keinginan Anda. Selesai, jangan diperpanjang.
3. Hanya Sampai di sini
Ingat, Anda tidak perlu bicara berjam-jam lamanya untuk menyampaikan pesan. Bicarakan maksud Anda dengan singkat, jelas dan mudah diterima. Kemudian, berikan kesempatan mereka memberikan input. Sepakati bersama perbaikan dan selesai. Jangan bicara terlalu banyak, mengurai ini dan itu sehingga membuat orang lain kehilangan perhatian pada hal-hal penting yang seharusnya mereka dengar.
Jangan pernah mengungkit lagi kesalahan dan kelalaian orang lain. Saya tahu, kadang kita dapat sangat tersedot emosi yang berkepanjangan hanya karena merasa belum puas menyampaikan kekesalan. Tapi, ini yang membedakan Anda dengan orang lain; pemimpin cerdas emosi. Berhenti hanya sampai disini, jangan larut dalam pengulangan, dan pengungkapan ulang. Menceritakan kegagalan, kesalahan dan kekurangan tidak akan pernah usai, dan makin sering diulang, makin geram kita dibuatnya. Ini tidak perlu terjadi, kendalikan emosi Anda. Berhenti sampai disini, perbaiki, lupakan kesalahan dan jalan terus.
Menjadi pemimpin, tidak membuat Anda menjadi manusia super yang hidup tanpa emosi, Anda tetap manusia biasa, tetapi dengan keunggulan mengelola emosi dengan tepat, sehingga bahkan saat terpancing untuk marah sekalipun, integritas kepemimpinan Anda tidak terganggu karena Anda tahu; Marah dengan Benar membuat Anda dapat mengarahkan oranglain mencapai tujuan tanpa merugikan emosi semua orang. Anda punya kendali, gunakan!
(Spiritual Leadership Oleh: Christine Fald)
Sabtu, 01 Agustus 2009
Monggo yang mau Ngersa-aken damel sinau, monggo di download dibawah ini
Soal Tik Kelas IX
Soal TIK UM Kelas IX
Soal TIK kelas 7
Saol TIK Kelas 8
Materi ini hanya dpt download cuma satu bab saja, mohon untuk dicari info yang lain
Materi kelas IX Bab 1
Materi Kelas VIII Bab 1
Materi Kleas VII Bab 1
Bapak Agus Janu W , Lanjutkan....!
Anda Pantas Jadi Ketua MGMP TIK Depag Kab. Jombang 2009 - 2010
Senin, 11 Mei 2009
INVESTASI AKHERAT
Sesudah melepas lelah, Ali berkata kepada Fatimah. "Maaf sayangku, kali ini aku tidak membawa uang sepeserpun."Fatimah menyahut sambil tersenyum, "Memang yang mengatur rezeki tidak duduk di pasar, bukan? Yang memiliki kuasa itu adalah Allah Ta'ala."
"Terima kasih," jawab Ali. Matanya memberat lantaran istrinya begitu tawakal. Padahal persediaan dapur sudah ludes sama sekali. Toh Fatimah tidak menunjukan sikap kecewa atau sedih.Ali lalu berangkat ke masjid untuk menjalankan salat berjama'ah.
Sepulang dari sembahyang, di jalan ia dihentikan oleh seorang tua. "Maaf anak muda, betulkah engkau Ali anaknya Abu Thalib?"
Áli menjawab heran. "Ya betul. Ada apa, Tuan?''
Orang tua itu merogoh kantungnya seraya menjawab, "Dahulu ayahmu pernah kusuruh menyamak kulit. Aku belum sempat membayar ongkosnya, ayahmu sudah meninggal. Jadi, terimalah uang ini, sebab engkaulah ahli warisnya."Dengan gembira Ali mengambil haknya dari orang itu sebanyak 30 dinar.Tentu saja Fatimah sangat gembira memperoleh rezeki yang tidak di sangka-sangka ketika Ali menceritakan kejadian itu. Dan ia menyuruh membelanjakannya semua agar tidak pusing-pusing lagi merisaukan keperluan sehari-hari.Ali pun bergegas berangkat ke pasar.
Sebelum masuk ke dalam pasar, ia melihat seorang fakir menadahkan tangan, "Siapakah yang mau menghutangkan hartanya untuk Allah, bersedekahlah kepada saya, seorang musafir yang kehabisan bekal di perjalanan."
Tanpa pikir panjang lebar, Ali memberikan seluruh uangnya kepada orang itu.Pada waktu ia pulang dan Fatimah keheranan melihat suaminya tidak membawa apa-apa, Ali menerangkan peristiwa yang baru saja dialaminya.Fatimah, masih dalam senyum, berkata, "Keputusan kanda adalah yang juga akan saya lakukan seandainya saya yang mengalaminya. Lebih baik kita menghutangkan harta kepada Allah daripada bersifat bakhil yang di murkai-Nya, dan menutup pintu surga buat kita."
Kamis, 26 Maret 2009
PESERTA MGMP TIK MTsN SE-KABUPATEN JOMBANG
DAFTAR PESERTA MGMP TIK MTsN SE-KABUPATEN JOMBANG
http://jombangtikmgmp.blogspot.com
1
A. Faizudin
MTsN Kesamben
085645771217/495934
2
Abd. Latif
MTsN Denanyar
6101443/08585320651
alvalima@ymail.com /
mtsndenanyar@yahoo.co.id
3
Abd. Muis
MTsN Mojoagung
081359447657/7255748
moeisis@yahoo.co.id
4
Abd. Rozaq
MTsN Jogoroto
6282974/7257110
5
Agus Janu
MTsN Bakalan Rayung
4122514/085645394114/888354
mtsn.bakalanrayung@yahoo.co.id
6
Andi S. / Farid K.
MTsN Sumobito
6205016/868732
ried_f@yahoo.co.id
7
Anita
MTsN Bareng
710615/081331069207
8
Hendri
MTsN Tembelang
6216562/7256577
9
Khoirul Anama
MTsN Diwek
7192930/7256449
10
Nasrudin
MTsN Rejoso
081553545486/863151
11
Nurhadi
MTsN Keras
61707459/863840
alief606@yahoo.co.id
12
Nuriyah Jauhar Kamilah
MTsN Tambakberas
081359210205/866454
jauhar05@yahoo.co.id
13
Sholahudin
MTsN Plandi
7273199/085852692324
plandi_mtsn@yahoo.co.id
14
Surya Harutama
MTsN Megaluh
08179340830/888822
alvalima@ymail.com